QRIS manual vs payment gateway: mana yang cocok untuk tokomu
Bandingkan QRIS statis milik sendiri yang dicek manual dengan payment gateway QRIS: cara kerja, biaya, pencairan dana, dan kapan masing-masing lebih cocok.
Tim WaroengPay · Diperbarui · 7 menit baca
Jawaban singkatnya: QRIS manual (stiker QRIS milik tokomu sendiri, lalu pembayaran dicek satu per satu) sudah cukup kalau transaksimu sedikit dan pembelinya datang langsung ke toko. Payment gateway QRIS lebih cocok kalau kamu berjualan online, menerima banyak pesanan dengan harga yang sama, atau ingin pesanan diproses otomatis begitu pembeli membayar. Keduanya sama-sama bisa dibayar dari aplikasi bank dan e-wallet apa pun, bedanya ada di cara pembayaran dikenali dan ke mana uangnya masuk.
Apa itu QRIS manual?
Yang dimaksud QRIS manual di sini adalah QRIS yang kamu daftarkan sendiri ke bank atau penyedia jasa pembayaran, biasanya berupa QRIS statis: satu kode untuk semua transaksi, dicetak sebagai stiker atau dikirim sebagai gambar. Pembeli memindai kode itu, mengetik nominal sendiri, lalu membayar.
Uangnya masuk ke rekening atau akun merchant atas namamu. Untuk tahu siapa yang sudah membayar, kamu mengecek notifikasi aplikasi merchant atau mutasi rekening, lalu mencocokkannya dengan pesanan secara manual. Di jualan online, langkah ini sering diganti dengan meminta pembeli mengirim screenshot bukti bayar.
Apa itu payment gateway QRIS?
Payment gateway adalah layanan yang membuatkan tagihan untuk setiap pesanan, menampilkan QRIS dinamis berisi nominal pesanan itu, lalu memberi tahu tokomu secara otomatis saat pembayarannya masuk. Pemberitahuan ini bisa berupa perubahan status di dashboard, notifikasi, atau webhook ke website tokomu sehingga pesanan langsung diproses tanpa campur tangan manusia.
Uang pembeli umumnya masuk dulu ke akun penyedia gateway, dicatat sebagai saldo tokomu, lalu dicairkan ke rekeningmu sesuai jadwal penyedia.
Perbandingan QRIS manual dan payment gateway
| Aspek | QRIS manual (statis) | Payment gateway QRIS |
|---|---|---|
| Nominal | Diketik pembeli sendiri | Sudah terisi di QR, pembeli tinggal konfirmasi |
| Mengenali siapa yang bayar | Cek notifikasi atau mutasi, cocokkan manual | Otomatis per tagihan |
| Dua pembeli, harga sama | Mudah tertukar | Dibedakan oleh nominal atau identitas tagihan |
| Bukti bayar palsu | Rawan kalau mengandalkan screenshot | Status lunas berasal dari sistem, bukan dari pembeli |
| Pesanan diproses di luar jam kerja | Menunggu kamu mengecek | Bisa otomatis lewat webhook atau notifikasi |
| Integrasi website atau aplikasi | Tidak ada | API dan webhook |
| Nama merchant di aplikasi pembeli | Nama tokomu | Tergantung penyedia, bisa nama tokomu atau nama penyedia |
| Ke mana uang masuk | Langsung ke rekening atau akun merchant milikmu | Umumnya ke penyedia dulu, lalu dicairkan ke rekeningmu |
| Biaya | Biaya MDR dari penerbit QRIS-mu | Tergantung penyedia: ada yang memungut persentase, ada yang gratis |
Kapan QRIS manual sudah cukup
- Pembeli datang langsung. Di warung atau kios, kamu bisa melihat notifikasi masuk di HP-mu sebelum pembeli pergi. Tidak ada pesanan yang perlu dicocokkan belakangan.
- Transaksi sedikit. Kalau pesanan online hanya beberapa per hari dan harganya jarang sama, mencocokkan manual masih masuk akal.
- Ingin nama toko sendiri muncul saat QR dipindai dan uang langsung masuk ke rekening atas namamu tanpa perantara.
- Tidak butuh integrasi. Tidak ada website atau bot yang perlu tahu status pembayaran secara otomatis.
Satu hal yang tetap wajib: pastikan dana benar-benar terlihat di notifikasi atau mutasi milikmu sebelum barang dikirim. Screenshot dari pembeli bukan bukti. Baca ciri-ciri bukti transfer palsu.
Kapan sebaiknya pakai payment gateway
- Jualan online lewat website, WhatsApp, Instagram, atau marketplace sendiri, sehingga pembeli tidak berada di depanmu saat membayar.
- Banyak pesanan dengan harga sama, misalnya produk digital, top up, tiket event, atau donasi bernominal tetap. Di QRIS statis, pembayaran seperti ini paling sering tertukar.
- Pesanan harus diproses otomatis, misalnya kirim kode voucher, aktifkan akun, atau kabari gudang, tanpa menunggu admin.
- Sudah capek mengecek mutasi dan membalas "sudah transfer, kak" satu per satu.
Yang perlu diperhatikan sebelum memilih payment gateway
Payment gateway menyelesaikan masalah konfirmasi, tapi ada konsekuensi yang perlu kamu pahami sejak awal:
- Biaya. Cek biaya per transaksi, biaya bulanan, dan biaya penarikan dana. Hitung dari omzet bulananmu, bukan dari satu transaksi saja.
- Jadwal pencairan. Uang tidak langsung ada di rekeningmu. Tanyakan kapan saldo bisa ditarik dan berapa minimal penarikannya.
- Nama merchant. Ada penyedia yang menampilkan nama penyedia atau nama merchant bersama, bukan nama tokomu. Beri tahu pembeli supaya mereka tidak ragu saat memindai.
- Cara kerja konfirmasi. Pastikan status lunas berasal dari data pembayaran yang benar-benar masuk, dan satu pembayaran tidak bisa melunasi dua tagihan.
- Penanganan pembayaran yang tidak cocok. Tanyakan apa yang terjadi kalau pembeli membayar setelah batas waktu atau dengan nominal berbeda.
Soal biaya MDR QRIS
Kalau memakai QRIS sendiri, penerbit QRIS-mu memungut biaya layanan yang disebut MDR (merchant discount rate). Besarnya ditetapkan Bank Indonesia dan dibedakan menurut kategori usaha serta nominal transaksi, dan ketentuannya bisa berubah. Karena itu kami tidak menuliskan angkanya di sini: cek ketentuan terbaru di halaman QRIS Bank Indonesia dan tanyakan langsung ke bank atau penyedia yang menerbitkan QRIS-mu.
Untuk payment gateway, lihat halaman harga masing-masing penyedia. Sebagian mengenakan persentase per transaksi di luar MDR, sebagian tidak.
Bagaimana WaroengPay bekerja
WaroengPay adalah payment gateway QRIS. Supaya kamu bisa membandingkan dengan jujur, ini cara kerjanya:
- Setiap tagihan mendapat QRIS dinamis dengan kode unik Rp100 sampai Rp250, sehingga setiap tagihan yang menunggu punya nominal berbeda.
- Selama ada tagihan terbuka, mutasi rekening merchant dibaca setiap beberapa detik. Tagihan lunas saat ada kredit bernominal persis sama dalam jendela waktu tagihan itu, dan satu kredit hanya bisa melunasi satu tagihan.
- Toko diberi kabar lewat dashboard, Telegram, dan webhook bertanda tangan HMAC-SHA256. Pembayaran telat atau bernominal lain tidak hilang: dicatat untuk dicocokkan admin.
- Tagihan bisa dibuat dari dashboard, dari link pembayaran yang bisa dipakai berulang, atau lewat API. Ada mode uji untuk mencoba integrasi tanpa uang sungguhan.
- Tanpa biaya pendaftaran, biaya per transaksi, biaya bulanan, maupun biaya penarikan. Lihat halaman harga.
Kalau nama toko sendiri di layar pembeli dan uang yang langsung masuk ke rekeningmu adalah hal yang paling penting, QRIS milikmu sendiri mungkin lebih cocok. Kalau yang kamu butuhkan adalah konfirmasi otomatis tanpa biaya bulanan, dengan harga barang yang tetap diterima utuh, WaroengPay bisa jadi pilihan.
Bisakah memakai keduanya sekaligus?
Bisa, dan cukup umum. Stiker QRIS milikmu tetap dipasang di kasir untuk pembeli yang datang langsung, sementara pesanan online memakai tagihan dari payment gateway. Dengan begitu, pembayaran di toko langsung masuk ke rekeningmu, dan pesanan online tidak perlu dicocokkan manual. Yang penting, catat pemasukan dari kedua sumber itu terpisah supaya rekap harianmu tidak dobel.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah pembeli perlu aplikasi khusus untuk membayar lewat payment gateway?
Tidak. QRIS dari payment gateway tetap QRIS standar yang bisa dipindai dari aplikasi m-banking dan e-wallet mana pun, sama seperti QRIS manual.
QRIS statis bisa dibuat otomatis tidak?
Sulit, karena nominalnya diketik pembeli dan tidak terikat ke pesanan tertentu. Dua pembeli dengan harga sama akan menghasilkan pembayaran yang identik. Konfirmasi otomatis butuh nominal atau identitas yang unik per tagihan, yang tersedia di QRIS dinamis.
Mana yang lebih aman?
Keduanya aman selama patokanmu adalah dana yang benar-benar masuk, bukan screenshot dari pembeli. Payment gateway mengurangi risiko salah cocok dan bukti palsu karena status lunas ditentukan oleh sistem.
Baca juga: perbedaan QRIS statis dan dinamis, konfirmasi pembayaran otomatis, QRIS otomatis untuk toko online, dan QRIS untuk jualan di WhatsApp dan Instagram.