Panduan QRIS untuk UMKM: cara daftar, biaya MDR, dan cara memilih

Panduan QRIS untuk UMKM: cara kerja, cara daftar, biaya MDR, pencairan dana, keamanan, dan cara memilih QRIS statis, dinamis, atau payment gateway.

Tim WaroengPay · Diperbarui · 10 menit baca

Panduan QRIS untuk UMKM: cara daftar, biaya MDR, dan cara memilih

QRIS untuk UMKM adalah cara menerima pembayaran non-tunai lewat satu kode QR yang bisa dibayar dari aplikasi m-banking dan e-wallet apa pun. Untuk memakainya, UMKM bisa mendaftar langsung ke bank atau penyedia jasa pembayaran (PJP) yang resmi, atau memakai payment gateway yang sudah menyediakan QRIS. Pembeli tidak dikenai biaya. Penjual membayar biaya MDR: untuk usaha mikro 0% sampai Rp500.000 per transaksi dan 0,3% di atasnya, sedangkan usaha kecil, menengah, dan besar 0,7%. Panduan ini membahas cara kerja QRIS, jenis-jenisnya, cara daftar, biaya, kapan uang masuk, keamanan, dan cara memilih QRIS yang cocok untuk jenis usahamu.

Apa itu QRIS

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard, dibaca "kris") adalah standar QR code pembayaran nasional yang disusun Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran. QRIS diluncurkan pada 17 Agustus 2019 dan wajib dipakai sejak 31 Desember 2019. Sejak itu, semua QR pembayaran di Indonesia memakai format yang sama, sehingga satu kode QRIS bisa dibayar dari GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, LinkAja, maupun aplikasi m-banking mana pun.

Sebelum ada QRIS, penjual harus memajang banyak stiker QR, satu untuk setiap aplikasi. Sekarang cukup satu kode. Bagi UMKM, artinya tidak perlu bertanya "bayarnya pakai apa?" dan tidak perlu mendaftar ke banyak penyedia sekaligus.

Cara kerja singkatnya

  1. Penjual menampilkan QRIS, entah berupa stiker di meja kasir, gambar di chat, atau kode di layar.
  2. Pembeli memindai dengan aplikasi pembayaran miliknya, lalu memeriksa nama merchant dan nominal.
  3. Pembeli mengonfirmasi dengan PIN atau sidik jari. Saldo pembeli berkurang saat itu juga.
  4. Penyedia QRIS penjual mencatat pembayaran dan mengirim notifikasi. Dana kemudian diteruskan ke rekening atau saldo penjual sesuai jadwal penyedianya.

Langkah 4 inilah yang paling sering disalahpahami: pembayaran yang "berhasil" di HP pembeli belum tentu langsung bisa kamu pakai. Kapan uangnya masuk dibahas di bagian pencairan di bawah.

Kenapa UMKM perlu QRIS

  • Tidak perlu kembalian. Pembeli membayar persis sesuai harga, dan kamu tidak perlu menyiapkan uang receh setiap pagi.
  • Pembeli yang tidak membawa uang tunai tetap bisa belanja. Banyak pembeli, terutama yang lebih muda, lebih sering membayar lewat HP.
  • Lebih aman dari uang palsu dan dari risiko uang tunai hilang atau tercecer.
  • Transaksi tercatat otomatis. Riwayat pembayaran di aplikasi merchant atau dashboard bisa dipakai sebagai catatan omzet.
  • Bisa dipakai untuk jualan online. Kode yang sama, atau QRIS dinamis per pesanan, bisa dikirim lewat chat atau ditampilkan di website.
  • Pembeli tidak dikenai biaya. Bank Indonesia menetapkan biaya QRIS dibebankan ke penjual, bukan ke pembeli, jadi tidak ada alasan pembeli menolak membayar lewat QRIS.

Jenis-jenis QRIS yang perlu diketahui

Halaman resmi QRIS Bank Indonesia menyebut beberapa jenis layanan QRIS. Untuk UMKM, yang paling sering dipakai adalah dua jenis pertama.

JenisCara kerjanyaCocok untuk
QRIS statis (MPM statis)Satu kode untuk semua transaksi, pembeli mengetik nominal sendiriWarung, lapak, dan usaha dengan transaksi sedikit
QRIS dinamis (MPM dinamis)Kode baru per transaksi, nominal sudah tersimpan di dalam kodeKasir ramai, toko online, tagihan yang harus dicocokkan otomatis
CPM (Customer Presented Mode)Pembeli menampilkan QR di HP-nya, penjual yang memindaiToko dengan alat pemindai di kasir
QRIS TuntasTarik tunai, transfer, dan setor tunai lewat QRAgen atau toko yang melayani transaksi keuangan
QRIS antarnegaraPembayaran lintas negara yang sudah bekerja samaUsaha di daerah wisata dengan pembeli dari luar negeri

Perbedaan statis dan dinamis paling menentukan untuk UMKM, karena dari situ terlihat apakah pembayaran bisa dikenali otomatis atau harus dicek manual. Pembahasan lengkapnya, termasuk perbedaan isi kodenya, ada di perbedaan QRIS statis dan QRIS dinamis.

Dua jalur mendapatkan QRIS

1. Daftar langsung ke bank atau PJP

Kamu membuka akun merchant di bank atau penyedia jasa pembayaran yang resmi, lalu menerima QRIS atas nama usahamu. Uang masuk ke rekening atau akun merchant milikmu sendiri. Ini jalur yang paling umum untuk toko fisik, dan hasilnya biasanya berupa QRIS statis yang dicetak sebagai stiker.

Menurut Bank Indonesia, alurnya kurang lebih seperti ini:

  1. Buka rekening atau akun di PJP yang menyediakan QRIS.
  2. Serahkan data dan dokumen usaha sesuai syarat PJP tersebut.
  3. Tunggu verifikasi sampai PJP menerbitkan ID merchant.
  4. Terima QRIS dalam bentuk cetak atau digital.
  5. Pasang aplikasi merchant atau akses portal merchant untuk melihat transaksi.
  6. Ikuti pengarahan dari PJP soal cara mengelola pembayaran.

Syarat dokumen, lama verifikasi, dan jadwal pencairan berbeda di setiap PJP, jadi tanyakan langsung ke bank atau penyedia yang kamu pilih.

2. Lewat payment gateway

Payment gateway sudah punya akun merchant QRIS sendiri, lalu menyediakan QRIS dinamis untuk setiap tagihan tokomu. Pembayaran dicatat per toko, dikonfirmasi otomatis, lalu saldonya dicairkan ke rekening yang kamu daftarkan. Kamu tidak perlu mengurus akun merchant ke bank, dan pembayaran bisa langsung terhubung ke link pembayaran, website, atau bot.

Konsekuensinya, uang singgah dulu di penyedia sebelum dicairkan, dan nama merchant yang muncul di aplikasi pembeli adalah nama merchant milik penyedianya, bukan nama tokomu.

Perbandingan dua jalur

AspekLangsung ke bank atau PJPLewat payment gateway
Jenis QRIS yang umumStatis (stiker), sebagian menyediakan dinamisDinamis per tagihan
Ke mana uang masukLangsung ke akun merchant milikmuSaldo di penyedia, lalu dicairkan ke rekeningmu
Mengenali pembayaranDicek dari notifikasi atau aplikasi merchantOtomatis, tagihan berubah lunas sendiri
Nama di aplikasi pembeliNama usahamuNama merchant penyedia
Untuk jualan onlineBisa, tapi pencocokan pesanan manualCocok, bisa lewat link pembayaran atau API
BiayaMDR sesuai ketentuan Bank IndonesiaMengikuti tarif masing-masing penyedia

Dua jalur ini tidak saling meniadakan. Banyak UMKM memakai stiker QRIS dari bank untuk pembeli yang datang langsung, dan payment gateway untuk pesanan dari chat atau website. Kelebihan dan kekurangan masing-masing dibahas lebih dalam di QRIS manual vs payment gateway.

Biaya QRIS untuk UMKM

Biaya QRIS disebut MDR (merchant discount rate), yaitu persentase dari nilai transaksi yang dibebankan ke penjual; menurut Bank Indonesia, pembeli tidak dikenai biaya. Tarif MDR QRIS menurut halaman resmi Bank Indonesia per 3 Oktober 2026:

KategoriMDR
Usaha mikro, transaksi sampai Rp500.0000%
Usaha mikro, transaksi di atas Rp500.0000,3%
Usaha kecil, menengah, dan besar0,7%
Pendidikan0,6%
SPBU0,4%
Layanan pemerintah (BLU, PSO, G2P, P2G)0%

Contoh perhitungannya untuk QRIS yang didaftarkan langsung:

  • Usaha mikro, pembeli membayar Rp45.000: MDR 0%, kamu menerima Rp45.000.
  • Usaha mikro, pembeli membayar Rp800.000: MDR 0,3% atau Rp2.400, kamu menerima Rp797.600.
  • Usaha kecil, pembeli membayar Rp100.000: MDR 0,7% atau Rp700, kamu menerima Rp99.300.

Tarifnya mengikuti kategori usaha yang tercatat di penyedia QRIS-mu, jadi pastikan kategorinya benar saat mendaftar. Tarif juga bisa berubah, jadi selalu cek angka terbaru di halaman QRIS Bank Indonesia.

Payment gateway memakai skema biaya sendiri. Di WaroengPay, tidak ada biaya pendaftaran, bulanan, maupun penarikan. Biaya per transaksinya adalah kode unik Rp100 sampai Rp250 yang dibayar pembeli, jadi harga barang diterima utuh, ditambah 0,7% hanya untuk harga di atas Rp500.000. Rinciannya ada di halaman harga, dan perbandingan dengan penyedia lain ada di perbandingan payment gateway QRIS untuk UMKM.

Batas nominal dan kapan uang masuk

Bank Indonesia menetapkan nominal QRIS paling banyak Rp10.000.000 per transaksi. Aplikasi pembeli juga boleh memasang batas harian atau bulanan sendiri, jadi untuk transaksi besar, pembeli kadang perlu membayar lewat transfer biasa.

Soal kapan uang bisa dipakai, jawabannya tergantung penyedia QRIS-mu:

  • QRIS dari bank atau PJP: dana diteruskan ke rekening atau akun merchant sesuai jadwal penyelesaian (settlement) penyedianya. Ada yang di hari yang sama, ada yang hari kerja berikutnya. Tanyakan saat mendaftar.
  • WaroengPay: pembayaran langsung tercatat di saldo toko, lalu bisa ditarik mengikuti jadwal pencairan bank beberapa kali sehari. Pembayaran pukul 08.00 sampai 13.59 WIB, misalnya, bisa ditarik mulai pukul 14.10 WIB. Minimal penarikan Rp10.000, dan dana dikirim ke rekening atas nama pemilik toko.

Satu hal yang perlu diingat: notifikasi "pembayaran berhasil" di HP pembeli bukan bukti uang sudah masuk. Patokannya selalu notifikasi atau riwayat di aplikasi merchant, mutasi rekening, atau status lunas di dashboard.

Memilih QRIS sesuai jenis usaha

Jenis usahaYang disarankanAlasannya
Warung, kios, lapak dengan pembeli datang langsungQRIS statis dari bank atau PJPPaling sederhana, notifikasi bisa dicek saat pembeli masih di depanmu
Kasir ramai, sering antreQRIS dinamis dari mesin EDC atau aplikasi kasirNominal terisi otomatis, tidak ada salah ketik
Jualan lewat WhatsApp atau InstagramLink pembayaran dengan QRIS dinamisSetiap pembeli mendapat nominal sendiri, tanpa perlu website
Toko online dengan websitePayment gateway lewat API dan webhookPesanan berubah lunas sendiri tanpa admin
Produk digital, voucher, top upPayment gateway lewat APIProduk harus terkirim otomatis, termasuk tengah malam
Donasi, iuran, tiket eventLink pembayaranSatu link untuk banyak pembayar, setiap pembayaran tercatat terpisah

Untuk penerapan per kasus, lihat halaman solusi QRIS untuk jualan di WhatsApp dan Instagram, QRIS otomatis untuk toko online, produk digital dan top up, serta donasi dan event. Kalau tokomu berjualan online, langkah lengkapnya ada di panduan menerima pembayaran QRIS di toko online.

Keamanan QRIS untuk UMKM

QRIS sendiri aman, tapi ada beberapa celah di sekitar cara pakainya yang sering dimanfaatkan penipu:

  1. Stiker ditimpa. Penipu menempel stiker QRIS miliknya di atas stikermu, sehingga pembayaran masuk ke rekening orang lain. Periksa stiker setiap hari, dan minta pembeli memastikan nama merchant di aplikasinya sesuai.
  2. Bukti bayar palsu. Layar "pembayaran berhasil" bisa dibuat dari aplikasi palsu atau hasil edit. Jangan serahkan barang sebelum pembayaran terlihat di aplikasi merchant atau mutasi. Tanda-tandanya dibahas di ciri-ciri bukti transfer palsu.
  3. Salah nominal. Dengan QRIS statis, pembeli bisa mengetik Rp1.500 untuk barang Rp15.000. Cocokkan nominal di notifikasi, bukan hanya status berhasilnya.
  4. Pembayaran sama nominal. Saat dua pembeli membayar harga yang sama, sulit memastikan siapa yang sudah membayar. QRIS dinamis dengan kode unik membuat setiap tagihan punya nominal berbeda sehingga bisa dicocokkan otomatis.
  5. Akses aplikasi merchant. Jangan bagikan PIN, kata sandi, atau kode OTP aplikasi merchant ke siapa pun, termasuk yang mengaku petugas bank.

Untuk usaha yang mulai kewalahan mengecek pembayaran satu per satu, baca panduan konfirmasi pembayaran otomatis.

Memulai QRIS dinamis dengan WaroengPay

Kalau kamu ingin QRIS dinamis yang terkonfirmasi otomatis tanpa mengurus akun merchant sendiri, ini urutannya:

  1. Daftar akun di halaman daftar. Akun baru bisa perlu disetujui admin terlebih dulu sebelum aktif.
  2. Lengkapi profil toko: nama, logo, dan tagline yang tampil di halaman bayar.
  3. Daftarkan rekening pencairan atas nama pemilik toko.
  4. Buat link pembayaran dengan harga tetap atau diisi pembeli, lalu bagikan alamatnya atau cetak QR link-nya. Setiap pembeli yang membuka link mendapat QRIS dinamis baru dengan nominal unik.
  5. Hubungkan Telegram supaya notifikasi pembayaran masuk ke chat-mu.
  6. Kalau punya website, buat API key dan ikuti dokumentasi API atau panduan API payment gateway QRIS.

Selama ada tagihan yang menunggu, WaroengPay membaca mutasi rekening merchant setiap 8 detik dan menandai tagihan lunas begitu nominalnya cocok, 24 jam sehari. Nominal per tagihan bisa Rp1.000 sampai Rp10.000.000.

Di aplikasi pembeli, nama merchant yang muncul saat QR dipindai adalah WAROENGKU, bukan nama tokomu, karena pembayaran diterima di rekening merchant QRIS yang terhubung dengan WaroengPay. Nama dan logo tokomu tampil di halaman bayar. Beri tahu pembeli supaya mereka tidak ragu.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah pembeli kena biaya saat membayar dengan QRIS?

Tidak. Biaya MDR QRIS dibebankan ke penjual. Di WaroengPay, pembeli membayar harga ditambah kode unik kecil yang sudah tertera di tagihan, jadi tidak ada biaya lain di luar nominal yang terlihat.

Apakah QRIS bisa dibayar dari semua aplikasi?

Ya. Semua aplikasi m-banking dan e-wallet yang mendukung QRIS bisa membayar kode QRIS mana pun, apa pun penyedia QRIS penjualnya.

Apakah harus punya mesin EDC?

Tidak. QRIS statis cukup dicetak sebagai stiker, dan QRIS dinamis bisa tampil di layar HP, aplikasi kasir, atau halaman bayar di browser. Mesin EDC hanya salah satu cara menampilkan QRIS dinamis.

Berapa maksimal nominal QRIS?

Rp10.000.000 per transaksi menurut ketentuan Bank Indonesia. Aplikasi pembeli bisa menetapkan batas harian atau bulanan yang lebih rendah.

Apakah stiker QRIS bisa dipakai untuk jualan online?

Bisa, dengan mengirim gambarnya ke pembeli. Tapi pembeli harus mengetik nominal sendiri dan kamu harus mencocokkan setiap pembayaran secara manual. Untuk pesanan online yang banyak, QRIS dinamis per pesanan jauh lebih rapi.

Baca juga: perbedaan QRIS statis dan dinamis, QRIS manual vs payment gateway, cara menerima pembayaran QRIS di toko online, konfirmasi pembayaran otomatis, dan perbandingan payment gateway QRIS untuk UMKM.

Sumber

Panduan lain

Mulai terima QRIS hari ini

Tanpa biaya bulanan. Buat akun, tunggu persetujuan admin, lalu kirim tagihan pertamamu.