Kode unik transfer: apa itu dan kenapa nominalnya jadi ganjil
Kode unik adalah angka kecil di ujung nominal tagihan supaya pembayaran dikenali otomatis. Ini fungsinya dan cara membayarnya dengan benar.
Tim WaroengPay · Diperbarui · 5 menit baca
Pernah diminta membayar Rp150.201 padahal harga barangnya Rp150.000? Tambahan Rp201 itu disebut kode unik. Angkanya kecil, tapi perannya besar: kode unik membuat pembayaranmu bisa dikenali tanpa perlu mengirim bukti transfer.
Apa itu kode unik?
Kode unik adalah angka kecil yang ditambahkan ke nominal tagihan, sehingga setiap tagihan yang sedang menunggu pembayaran punya nominal berbeda. Saat uang masuk ke rekening, penjual atau sistemnya cukup melihat nominalnya untuk tahu tagihan mana yang dibayar.
Tanpa kode unik, dua pembeli barang seharga Rp150.000 akan mentransfer nominal yang sama persis. Di mutasi rekening keduanya terlihat sama, sehingga penjual harus menebak mana milik siapa atau meminta bukti transfer.
| Pembeli | Harga | Kode unik | Yang dibayar |
|---|---|---|---|
| Pembeli A | Rp150.000 | Rp201 | Rp150.201 |
| Pembeli B | Rp150.000 | Rp202 | Rp150.202 |
Dengan nominal yang berbeda, setiap transfer langsung jelas pemiliknya.
Untuk pembeli: cara membayar tagihan dengan kode unik
- Bayar persis sesuai nominal, termasuk tiga digit terakhirnya. Jangan dibulatkan.
- Jangan menggabungkan dua tagihan dalam satu transfer, karena nominal gabungannya tidak cocok dengan tagihan mana pun.
- Bayar sebelum batas waktu yang tertera di halaman bayar.
Kalau membayar lewat QRIS dinamis, nominal sudah terisi otomatis di aplikasi pembayaranmu, jadi tinggal konfirmasi.
Di WaroengPay, pembayaran yang tidak cocok tetap dicatat lalu dicocokkan manual oleh admin. Pembayaran yang masuk sampai 5 menit setelah batas waktu juga masih dikenali otomatis, dan halaman bayar yang sudah kedaluwarsa punya tombol "Saya sudah bayar" untuk membantu admin menelusurinya.
Apakah kode unik termasuk biaya?
Tergantung penjualnya. Ada yang menganggap kode unik bagian dari pembayaran, ada juga yang menjadikannya biaya layanan. Di WaroengPay, kode unik yang dibayar pembeli menjadi biaya layanan, sehingga penjual menerima harga barang secara utuh (untuk harga di atas Rp500.000 ada tambahan 0,7%). Lihat halaman harga.
Untuk penjual: aturan kode unik yang baik
Kode unik terlihat sederhana, tapi ada beberapa jebakan kalau dibuat sembarangan. Ini aturan yang dipakai WaroengPay:
- Kecil dan acak. Kode unik WaroengPay berkisar Rp100 sampai Rp250, jadi tambahan yang dibayar pembeli tetap kecil. Kode dipilih acak dari yang masih kosong, sehingga nominal tagihan tidak berurutan dan tidak mudah ditebak.
- Tidak ada dua tagihan menunggu dengan nominal sama. Satu nominal hanya dipegang satu tagihan sampai tagihan itu selesai.
- Dicocokkan dengan waktu. Transfer hanya bisa melunasi tagihan kalau waktu transaksinya jatuh setelah QR tagihan itu dibuat, jadi transfer lama tidak pernah dikira pembayaran tagihan baru. Nominal yang baru saja dibayar diistirahatkan sebentar untuk berjaga-jaga dari transfer dobel.
- Satu transfer untuk satu tagihan. Satu kredit di mutasi hanya bisa melunasi satu tagihan, jadi tidak ada konfirmasi ganda.
- Ada batas waktu. Tagihan yang tidak dibayar sampai batas waktunya, ditambah masa tenggang 5 menit, menjadi kedaluwarsa. Nominalnya baru dipakai lagi setelah jeda beberapa menit.
Karena jumlah kode terbatas, satu nominal tidak bisa punya terlalu banyak tagihan menunggu sekaligus. Di WaroengPay, tiap akun bisa punya paling banyak 25 tagihan menunggu dengan harga yang sama. Kalau semua kode untuk suatu nominal sedang terpakai, pembuatan tagihan baru untuk nominal itu perlu dicoba lagi sebentar kemudian.
Kode unik dibandingkan cara lain
| Cara | Cara kerjanya | Catatan |
|---|---|---|
| Berita transfer | Pembeli menulis nomor pesanan di catatan transfer | Sering lupa diisi atau salah tulis |
| Bukti transfer | Pembeli mengirim screenshot | Harus dicek manual dan bisa dipalsukan |
| Virtual account | Setiap pembeli mendapat nomor rekening tujuan sendiri | Perlu kerja sama dengan bank atau penyedia, umumnya ada biaya per transaksi |
| Kode unik + QRIS dinamis | Nominal unik tersimpan di dalam QR | Pembeli tidak perlu mengetik, pembayaran dikenali dari mutasi |
Baca juga: perbedaan QRIS statis dan dinamis, ciri bukti transfer palsu, konfirmasi pembayaran otomatis, dan QRIS untuk donasi dan event, tempat banyak orang membayar nominal yang sama.