Payment gateway QRIS gratis? Ini biaya yang sebenarnya dan cara menghitungnya

Payment gateway QRIS gratis biasanya berarti gratis daftar dan bulanan. Kenali biaya yang tetap ada: MDR, PPN, biaya tetap, penarikan, dan cara hitungnya.

Tim WaroengPay · Diperbarui · 8 menit baca

Payment gateway QRIS gratis? Ini biaya yang sebenarnya dan cara menghitungnya

Jawaban singkatnya: hampir tidak ada payment gateway QRIS yang benar-benar gratis. Kata "gratis" di halaman harga biasanya berarti gratis pendaftaran dan tanpa biaya bulanan. Biaya per transaksi tetap ada, entah dipotong dari uang yang kamu terima atau ditambahkan ke nominal yang dibayar pembeli. Supaya tidak kaget di akhir bulan, yang perlu kamu hitung adalah biaya efektif: persentase, PPN, biaya tetap per transaksi, biaya penarikan, dan lamanya uang tertahan sebelum bisa dipakai.

Artikel ini tidak mengulang tabel tarif tiap penyedia (itu ada di perbandingan payment gateway QRIS untuk UMKM). Fokusnya: cara membaca klaim "gratis", komponen biaya yang sering terlewat, dan rumus sederhana untuk menghitungnya sendiri.

Arti "gratis" di halaman harga

Klaim gratis hampir selalu benar, tapi hanya untuk komponen tertentu. Ini cara membacanya:

Klaim di halaman hargaBiasanya berartiYang tetap perlu kamu cek
Gratis daftar atau tanpa biaya setupTidak ada biaya di awal untuk membuka akunBiaya per transaksi, syarat dokumen, dan berapa lama akun disetujui
Tanpa biaya bulananKamu hanya membayar saat ada transaksiApakah ada minimal transaksi atau biaya fitur tambahan
0% untuk nominal tertentuPersentase metode bayar tidak dikenakan untuk rentang nominal ituCatatan kecil di bawahnya, misalnya biaya lain yang tetap berlaku
Gratis penarikanPindah saldo ke rekening tidak dipotongKe bank mana saja yang gratis, minimal penarikan, dan jadwalnya
API dan sandbox gratisIntegrasi dan uji coba tidak ditagihBiaya transaksi sungguhan setelah mode uji selesai

Contoh nyata soal catatan kecil: per 14 Oktober 2026, halaman harga DOKU mencantumkan QRIS 0,7% dengan catatan bahwa transaksi Rp0 sampai Rp100.000 dikenai 0%, tetapi "DOKU Fee" mungkin tetap berlaku. Halaman biaya Xendit mencantumkan biaya metode QRIS 0,70% (termasuk PPN) untuk transaksi di atas Rp100.000, ditambah biaya pemrosesan Xendit Rp4.000 per transaksi. Dua-duanya jujur di halamannya; poinnya, angka utama jarang menceritakan semuanya. Cek ulang tautan sumber di bawah karena harga bisa berubah.

Kenapa QRIS hampir selalu ada biayanya

Setiap pembayaran QRIS dikenai biaya layanan yang disebut MDR (merchant discount rate), dan tarifnya diatur Bank Indonesia. Menurut halaman QRIS Bank Indonesia per 14 Oktober 2026, usaha mikro dikenai 0% untuk transaksi sampai Rp500.000 dan 0,3% di atasnya, sedangkan usaha kecil, menengah, dan besar 0,7%. Ada juga tarif khusus, misalnya pendidikan, SPBU, dan layanan pemerintah.

Payment gateway menerima QRIS lewat penyedia jasa pembayaran, lalu menambahkan layanannya sendiri: dashboard, konfirmasi otomatis, webhook, dan penarikan saldo. Karena itu tarif payment gateway mengikuti skemanya masing-masing, bukan otomatis sama dengan MDR kategori usahamu. Penjelasan lengkap soal MDR dan cara daftar QRIS ada di panduan QRIS untuk UMKM.

7 komponen biaya yang sering tidak terlihat

1. Persentase per transaksi

Ini angka yang paling sering dipajang. Untuk QRIS, banyak penyedia memakai 0,7%. Cek apakah persentase itu berlaku untuk semua nominal atau hanya rentang tertentu.

2. PPN

Ada halaman harga yang menulis "sudah termasuk PPN" (Duitku, per 14 Oktober 2026), ada yang menulis "belum termasuk PPN" (DOKU), dan ada yang keterangannya perlu dikonfirmasi langsung (Midtrans). Kalau belum termasuk, biaya sebenarnya sedikit lebih besar dari persentase yang tertulis.

3. Biaya tetap per transaksi

Biaya tetap, misalnya beberapa ribu rupiah per transaksi, hampir tidak terasa untuk pesanan Rp1.000.000, tetapi bisa memakan sebagian besar margin untuk pesanan Rp20.000. Kalau jualanmu bernilai kecil, komponen ini paling penting untuk dicari.

4. Biaya dan minimal penarikan

Uang di payment gateway biasanya masuk ke saldo dulu. Cek biaya tarik ke bank yang kamu pakai, minimal penarikan, dan apakah ada bank tertentu yang gratis. Kalau kamu menarik setiap hari, biaya kecil per penarikan ikut menumpuk.

5. Jeda pencairan

Ini bukan potongan, tapi tetap biaya: uang yang tertahan tidak bisa dipakai belanja stok. Tanyakan jam pencairan dan apakah akhir pekan diproses. Alurnya dibahas di apakah uang QRIS otomatis masuk ke rekening.

6. Tarif khusus kategori usaha

Beberapa penyedia memberi tarif berbeda untuk kategori tertentu. Halaman harga Midtrans, misalnya, menyebut perusahaan gaming dan produk digital dikenai tarif berbeda tanpa mencantumkan angkanya. Kalau usahamu termasuk kategori seperti ini, minta angka tertulis sebelum mendaftar.

7. Biaya yang dibayar pembeli

Sebagian skema membebankan biaya layanan ke nominal yang dibayar pembeli, bukan memotong uang penjual. Bagi penjual ini terasa "gratis", tapi pembeli membayar sedikit lebih dari harga barang. Pastikan pembelimu bisa menerima itu, dan nominal akhirnya terlihat jelas sebelum mereka membayar.

Rumus biaya efektif dan contoh hitung

Daripada membandingkan persentase, hitung total biaya per bulan dengan rumus ini:

Biaya per bulan = (persentase × omzet) + (biaya tetap × jumlah transaksi) + (biaya tarik × jumlah penarikan) + PPN bila belum termasuk.

Contoh: toko dengan 300 pesanan sebulan, rata-rata Rp30.000 (omzet Rp9.000.000), menarik saldo 20 kali sebulan. Angka skema di bawah ini hanya ilustrasi untuk menunjukkan pengaruh tiap komponen, bukan tarif penyedia tertentu.

Skema ilustrasiHitunganBiaya sebulan
Hanya persentase 0,7%0,7% × Rp9.000.000Rp63.000
0,7% + biaya tetap Rp4.000Rp63.000 + (Rp4.000 × 300)Rp1.263.000
0,7% + biaya tarik Rp2.500Rp63.000 + (Rp2.500 × 20)Rp113.000

Dengan persentase yang sama, biaya tetap per transaksi membuat totalnya 20 kali lipat untuk pola pesanan kecil seperti ini. Sebaliknya, untuk toko dengan sedikit pesanan bernilai besar, persentase yang lebih menentukan. Itu sebabnya "murah" atau "gratis" baru bermakna setelah dihitung dengan pola transaksimu sendiri.

Checklist sebelum memilih payment gateway "gratis"

  1. Berapa persentase per transaksi, dan untuk rentang nominal berapa?
  2. Sudah termasuk PPN atau belum?
  3. Ada biaya tetap per transaksi? Berapa?
  4. Biaya dan minimal penarikan ke bank yang kamu pakai?
  5. Jam berapa saldo bisa ditarik, dan apakah akhir pekan diproses?
  6. Apakah kategori usahamu kena tarif khusus?
  7. Siapa yang menanggung biaya: kamu atau pembeli?
  8. Bagaimana penanganan pembayaran salah nominal, telat, atau dobel, dan apakah ada biayanya?

Jawaban yang tidak ada di halaman harga sebaiknya diminta tertulis dari tim penyedia. Kalau ingin mencoba alurnya dulu, pakai mode uji (sandbox) sebelum menerima pesanan sungguhan.

Bagaimana dengan WaroengPay?

WaroengPay juga tidak gratis, dan kami ingin itu jelas sejak awal. Yang gratis: pendaftaran, biaya bulanan, API, webhook, dan mode uji. Biaya per transaksinya adalah kode unik Rp100 sampai Rp250 yang ditambahkan ke nominal dan dibayar pembeli, sehingga kamu menerima harga barang secara utuh. Untuk harga di atas Rp500.000 ada tambahan 0,7% dari harga. Tidak ada biaya tetap per transaksi selain itu. Cara kerja kode unik dijelaskan di kode unik transfer.

KomponenDi WaroengPay
Pendaftaran dan bulananRp0
Per transaksiKode unik Rp100–Rp250, dibayar pembeli
Harga di atas Rp500.000Tambahan 0,7% dari harga
Penarikan ke DANA dan bank mitraRp0
Penarikan ke bank atau e-wallet lainRp2.500 per penarikan (BI-FAST)
Minimal penarikanRp50.000
Kapan saldo bisa ditarikBeberapa kali sehari mengikuti jadwal pencairan bank

Batasan yang perlu kamu tahu: hanya QRIS (tanpa virtual account atau kartu), pembeli membayar sedikit di atas harga barang, nama merchant yang tampil di aplikasi pembeli adalah WAROENGKU, dan akun baru aktif setelah disetujui admin. Rincian biaya dan jam pencairan ada di halaman harga, dokumentasi integrasi di docs.

Kalau usahamu tergolong usaha mikro dan sebagian besar transaksinya di bawah Rp500.000, QRIS milik sendiri dari bank atau penyedia jasa pembayaran bisa kena MDR 0% sesuai ketentuan Bank Indonesia. Gantinya, pembayaran harus dicocokkan manual dengan pesanan. Untung ruginya dibahas di QRIS manual vs payment gateway.

Kapan pilihan lain lebih cocok

  • Butuh banyak metode pembayaran seperti virtual account, kartu kredit, atau paylater: payment gateway multi-metode lebih cocok. Pertimbangannya ada di alternatif Midtrans dan Xendit untuk UMKM.
  • Pembeli harus membayar persis sesuai harga: pilih skema yang memotong biaya dari sisi penjual.
  • Transaksi sedikit dan pengecekan manual tidak merepotkan: QRIS milik sendiri bisa jadi yang paling hemat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah ada payment gateway QRIS yang benar-benar gratis?

Untuk transaksi sungguhan, hampir selalu ada biaya, karena QRIS sendiri punya MDR. Yang sering gratis adalah pendaftaran, biaya bulanan, sandbox, dan penarikan ke bank tertentu. Cek komponen lain dengan checklist di atas.

Apakah MDR 0% berlaku untuk semua UMKM?

Tidak. Menurut halaman Bank Indonesia, MDR 0% berlaku untuk usaha mikro pada transaksi sampai Rp500.000. Usaha kecil, menengah, dan besar dikenai 0,7%. Tanyakan ke penyedia QRIS-mu kategori apa yang dipakai untuk usahamu.

Lebih baik biaya dipotong dari penjual atau dibayar pembeli?

Tergantung tokomu. Dipotong dari penjual membuat harga yang dibayar pembeli bulat dan rapi. Dibayar pembeli membuat harga barang diterima utuh, tapi nominal yang dibayar sedikit lebih besar. Hitung keduanya dengan rumus di atas.

Sumber resmi yang dipakai

Data layanan lain diambil dari halaman berikut, per 14 Oktober 2026:

Nama layanan di atas adalah merek milik masing-masing perusahaan dan disebut hanya sebagai contoh cara membaca halaman harga.

Baca juga: perbandingan payment gateway QRIS untuk UMKM, panduan QRIS untuk UMKM, dan panduan lengkap menerima pembayaran QRIS di toko online.

Panduan lain

Mulai terima QRIS hari ini

Tanpa biaya bulanan. Buat akun, tunggu persetujuan admin, lalu kirim tagihan pertamamu.